20 Ciri -Ciri Hamil

Kehamilan merupakan dambaan bagi mereka yang sudah berpasangan (suami istri), karena hamil itu sendiri merupakan anugerah Tuhan bagi kelangsungan hidup manusia. Bagi Ibu/bapak hamil merupakan cikal bakal munculnya generasi penerus meraka untuk melanjutkan cita-cita besarnya dalam mengarungi kehidupan ini.

Walaupun setiap wanita kadang memiliki tanda/ciri yang berbeda-beda namun secara garis besar beberapa diantaranya sama.

Berikut Ciri-Ciri Wanita Hamil :

  1. Berhentinya Haid / Menstruasi
    Pada bulan berjalan Haid/menstruasi sudah tidak lagi didapatkan, Untuk itu perlu diketahui secara pasti waktu hari pertama datangnya haid agar anda dapat mengetahui usia kehamilan dan perkiraan waktu persalinan istri anda. Walaupun demikian, perlu di ketahui bahwa haid yang tidak tepat waktu juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain.
  2. Mual & Muntah
    Akibat adanya perubahan hormon pada isitri anda. Mual muntah ini sering disebut sebagai “morning sickness” karena biasanya mual dan muntah tersebut terjadi di pagi, siang dan malam hari pada bulan-bulan pertama kehamilan. Hal ini karena adanya peningkatan hormon secara tiba-tiba pada aliran darah.
  3. Sering Buang Air Kecil ( sering kencing )
    Ini terjadi Enam minggu pertama karena kandung kencing istri anda tertekan oleh rahim yang membesar. Keluhan beser ini biasa akan berkurang pada kehamilan setelah 12 minggu dan timbul kembali setelah kehamilan 28 minggu.Timbulnya sering kencing ini juga disebabkan karena selama kehamilan jumlah darah dan cairan lainnya dalam tubuh akan meningkat peningkatan itu sebagai cairan tambahan untuk janin anda, yang menyebabkan adanya ekstra cairan yang diproses di ginjal dan kemudian berakhir di saluran kemih anda. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh.
  4. Payudara Kaku dan Membengkak ( kadang nyri & sakit )
    Payudara yang kaku, membesar dan membengkak tersebut kadang disertai rasa gatal-gatal dan sakit. Hal ini disebabkan karena peningkatan level hormon dalam tubuh. Rasa sakit yang ditimbulkan sama seperti saat anda akan mendapatkan periode menstruasi. Namun rasa tidak nyaman ini secara bertahap akan hilang setelah tri semester pertama, karena tubuh telah dapat menyesuaikan dengan perubahan hormon yang terjadi.
  5. Lemah, Letih dan Sering Capek-capek
    Perasaan capek dan letih sepanjang hari. Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun kemungkinan rasa ngantuk ini disebabkan karena peningkatan level hormon progesteron dan kinerja organ-organ vital untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan janin, terjadi pada trisemester pertama.
    Pada trisemester kedua, biasanya anda sudah akan merasa lebih enerjik lagi, walaupun biasanya rasa capek ini akan datang lagi pada akhir masa kehamilan, hal ini disebabkan karena anda membawa beban badan yang cukup berat dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kehamilan sehingga sering kali tidak dapat tidur dengan nyaman di malam hari.
  6. Pusing-pusing ( sakit kepala )
    Memang terdengar aneh, karena sakit kepala sering dialami juga oleh orang yang tidak hamil. Namun akibat dari banyaknya perubahan hormon di dalam tubuh, sehingga disertai juga dengan perubahan hormon yang ada di kepala. Jika Anda terbukti hamil dan mengalami sakit kepala, gunakan pg-safe acetaminophen dibandingkan dengan ibuprofen.
  7. Sakit Punggung
    Sakit punggung yang dirasakan saat hamil dikarenakan beberapa ligamen di punggung Anda sudah tidak ada. Sakit ini akan terus berasa saat berat badan anda bertambah dan selama masa kehamilan. Yakinkan pada suami Anda bahwa ini hanya terjadi selama masa kehamilan saja agar tidak timbul salah persepsi nantinya.
  8. Emosional Kurang Stabil
    Wanita hamil cenderung lebih sensitif misalnya, Cemburuan, gampang menangis, gampang marah. Hal ini disebabkan karena produksi hormon progesteron dan estrogen yang fluktuatif.
  9. Peningkatan Temperatur Tubuh
    Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.
  10. Pusing atau pingsan
    Mungkin Anda sering menonton adegan wanita hamil yang pingsan. Namun faktanya ini dapat terjadi karena kadar jumlah gula di tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pastikan anda cukup makan dan tentunya banyak minum supaya tidak kekurangan cairan tubuh.
  11. Sembelit
    Sembelit ini terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
  12. Munculnya Bercak Darah
    Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi atau menempelnya embrio.
  13. K R A M
    Apakah ini PMS atau hamil. Memang kram akan dialami oleh wanita hamil karena rahim yang akan membesar dan merenggang untuk menyiapkan tempat bagi bayi Anda.
  14. Perut Bagian Bawah Terasa Sakit
    Perut akan terasa lebih kencang seperti mau BAB (Buang Air Besar). Akan dirasakan pada kehamilan 16 & 18 minggu akibat kontraksi.
  15. Peningkatan Gairah Seksual ( sebagian wanita )
    karena adanya pengaruh Hormonal pada sebagian wanita mengalami peningkatan naluri dan gairah sex yang menggebu-gebu.
  16. Perubahan Kulit
    Timbulnya flek-flek hitam di wajah dan lipatan tubuh. Hal ini dsebabkan karena adanya perubahan hormonal.
  17. Urin Berwarna Agak Keruh
    Biasanya perubahan warna urin terjadi pada awal-awal kehamilan
  18. Bau Badan
    Mungkin tanda ini jarang ditemui pada wanita hamil. Namun jika memang muncul bau badan, maka adanya peningkatan hormon yang berlebih sehingga menyebabkan kelenjar keringat meningkat.
  19. Ngidam / Nyidam
    Sudah tidak asing lagi mendengar kata ini saat ada seseorang yang sedang hamil. Mau ini, mau itu lalu tiba-tiba Anda ingin makan buah-buahan yang rasanya asam, padahal sebelumnya sangat benci terhadap buah yang rasanya asam. Jika Anda menjadi pemerhati masalah makanan, mungkin ini adalah tanda-tanda sedang hamil.
  20. Hasil Positif Pada Tes Kehamilan
    Anda tidak akan tahu pasti apakah anda menjadi seorang ibu sampai anda melakukan tes kehamilan. Jika Anda mendapatkan hasil negatif dan masih belum mendapatkan haid, mungkin itu hanya saja anda terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan. Tunggu beberapa hari dan coba lagi. Jika itu positif, maka kami ucapkan selamat! Anda akan menjadi seorang ibu!

Mengatasi Nyeri Punggung Saat Hamil

Selama kehamilan biasanya sering merasakan sakit di bagian punggung, ini terjadi karena adanya perubahan otot tulang punggung. Bagaimana caranya agar tak tersiksa sakit punggung saat hamil?

Sekitar 80 persen wanita akan mengalami nyeri punggung di beberapa titik selama kehamilan. Tingkat keparahan rasa sakit ini berkisar dari ketidaknyamanan ringan setelah berdiri untuk jangka waktu yang lama hingga rasa sakit yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Jika dibiarkan, sakit punggung selama kehamilan juga dapat menciptakan masalah yang akan terus berlangsung hingga jangka waktu yang panjang setelah melahirkan.

Sakit punggung saat hamil bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti dilansir Lifemojo, antara lain:

1. Peningkatan hormon
2. Pengaruh gravitasi karena perut yang semakin membesar
3. Berat badan bertambah
4. Postur atau posisi tubuh yang salah
5. Stres

Dan ada beberapa cara yang bisa meringankan sakit punggung saat hamil, yaitu:

1. Praktik postur yang baik
Saat janin semakin membesar, pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan. Hal ini akan menarik otot-otot di punggung bawah yang dapat menyebabkan sakit punggung. Jadi cobalah busungkan pantat ke belakang, tarik bahu, berdiri lurus dan tinggi.

2. Pijat
Pijat bagian tubuh belakang bawah sering dapat membantu menghilangkan lelah dan sakit otot. Cobalah mencondongkan tubuh ke depan di sandaran kursi atau berbaring menyamping. Pasangan Anda bisa dengan lembut memijat otot-otot sisi tulang belakang atau berkonsentrasi pada punggung bawah.

3. Mandi air hangat
Mandi air hangat, menempelkan paket bungkusan berisi air panas atau pancuran air hangat yang diarahkan pada punggung bisa membantu dengan nyeri punggung.

4. Tidur menyamping
Saat perut semakin membesar, cobalah tidur menyamping dengan salah satu atau kedua lutut ditekuk.

5. Menggunakan bantal di bawah perut saat tidur
Tidur menyamping dengan bantal ditempatkan di bawah perut telah terbukti mengurangi nyeri punggung.

6. Duduk dan berdiri dengan hati-hati
Duduk dengan kaki sedikit ditinggikan. Pilihlah kursi yang mendukung punggung atau tempatkan bantal kecil di belakang punggung bawah. Sering-seringlah mengubah posisi dan menghindari berdiri untuk jangka waktu yang lama. Jika Anda harus berdiri, istirahatkan satu kaki di bangku yang lebih rendah.

7. Lakukan latihan kekuatan dan stabilitas
Latihan panggul dan perut bagian bawah dapat membantu untuk mengurangi ketegangan dari kehamilan di punggung Anda.

Caranya, luruskan tangan, lutut dan punggung hingga sejajar. Tarik napas dalam dan kemudian ketika Anda bernapas keluar, lakukan latihan dasar panggul dan pada saat yang sama tarik atau kontraksikan pusar dan lepaskan. Tahan kontraksi ini selama 5-10 detik tanpa menahan napas dan tanpa menggerakkan punggung. Kendurkan otot perlahan-lahan pada akhir latihan. (detik)


Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Ibu hamil kadang mengalami kesulitan memilih makanan. Rasa mual mendera namun nutrisi untuk janin harus tetap terjaga. Usia kehamilan yang masih muda amatlah rentan, pastikan daftar nutrisi wajib ini terpenuhi.

Usia kehamilan yang masih cenderung muda atau trimester kehamilan pertama biasanya adalah waktu yang rentan bagi janin. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh menentukan perkembangan janin yang ada di dalam kandungan. Berikut ini adalah beberapa daftar pilihan makanan yang baik untuk menambah ekstra nutrisi Anda.

Kacang-kacangan
Jenis kacang-kacangan seperti lentil, chickpeas, kacanghijau, kacang merah, kedelai hingga kacang tanah menjadi sumber serat , protein, zat besi, folate, kalsium, dan juga zinc. Mineral-mineral tersebut amat diperlukan untuk tumbuh kembang janin di trimester pertama.

Daging
Kalau dulu Anda menghindari daging, kini Anda wajib menyelingi menu makan Anda dengan daging. Daging menjadi suber protein hewani, sumber vitamin B12, B6, dan niacin. Selain itu, daging juga mengandung colin yang baik untuk membantu perkembangan otak dan fungsi kognitif janin. Anda bisa mencampuran daging dengan saus pasta, atau di dalam burger.

Berries
Keluarga berries (strawberry, blueberry,raspberry) sangat baik dikonsumsi setiap hari termasuk oleh ibu hamil. Berries mengandung vitamin C, potassium, folate, serat, dan juga antioksidan yang tinggi. Phytonutrien yang terdapat di dalam buah berries bermanfaat untuk menjaga sel tubuh si ibu dan calon buah hati dari kerusakan.

Brokoli
Kenapa harus brokoli? Karena brokoli mengandung folate, serat, kalsium, lutein, zeaxanthin, serta karotenoid yang baik untuk membantu perkembangan penglihatan. Potassium juga membantu tekanan darah Anda dalam kondisi normal. Sajikan brokoli sebagai syuran pendamping atau sebagai camilan dengan cara ditumis dengan olive oil.

Yoghurt
Jika Anda alergi atau mual minum susu ketika hamil, cobalah menggantinya dengan yoghurt. Karena yoghurt mengandung protein, kalsium, vitamin B dan juga zinc. Kalsium dalam yoghurt cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan susu. Apabila Anda kurang suka dengan yoghurt tawar, Anda bisa menambahkan potongan buah pisang, berries, kurma, ataupun buah kering. Campuran buah dengan yoghurt juga enak untuk dibuat smoothies.

http://www.detikfood.com/read/2011/04/28/151627/1627797/900/makanan-sehat-untuk-ibu-hamil
(eka/Odi)

Tips Untuk Mencegah Keguguran

Beruntunglah bila Anda mengalami kehamilan yang normal-normal saja. Pada sebagian orang, kehamilan seringkali mendapat banyak gangguan perdarahan, yang kemungkinan penyebabnya beraneka ragam. Apa saja dan bagaimana menanggulanginya?

Menurut dokter perdarahan terjadi akibat terlepasnya plasenta atau ari-ari janin (solisio plasente). Kasus perdarahan kehamilan cukup banyak terjadi. Pada kasus ini sebenarnya plasenta melekat pada tempat normal tapi karena suatu hal plasenta terlepas. Penyebabnya bisa macam-macam.

Bisa karena tumbuh tumor atau myom pada dinding kandungan, bisa karena tali plasenta terjerat pada kaki sang bayi sehingga saat bayi bergerak plasenta tertarik dan terlepas. Kasus kecelakaan seperti perut sang ibu terbentur sesuatu tepat di mana plasenta melekat juga bisa menyebabkan plasenta terlepas.

Penyebab lain, kasus pre-eklamsia (selama hamil mengalami kenaikan tekanan darah dan bagian tubuh tertentu membengkak). Beruntung kalau terlepasnya plasenta pada saat janin sudah cukup umur seperti yang dialami Yanti. Sebab bila terjadinya sebelum kandungan berusia 7,5 bulan (bobot bayi 1.400 -1.500 g), janin pada umumnya sulit diselamatkan.

Perdarahan pada masa kehamilan bisa juga gara-gara plasenta menutupi jalan bayi. Di sini letak plasenta tidak normal (plasenta prefia) yakni menjorok pada segmen bawah rahim, mengarah ke mulut rahim sebelah dalam. Dalam perkembangannya, semakin lama, plasenta semakin menutupi jalan keluar bayi.

Kasus pendarahan bisa juga terjadi karena peregangan atau pengencangan bagian bawah rahim yang menyebabkan bagian bawah rahim tertarik sehingga penanaman plasenta sedikit bergeser. Namun, penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan kasus pertama tadi. Sebab perdarahan tidak berlangsung terus-menerus, tapi secara berulang, misalnya setiap 3 – 4 minggu sekali dan tidak terasa sakit. Sehingga sang janin bisa dipertahankan lebih lama.

Untuk mempertahankan agar tidak terjadi kontraksi (usaha dari kandungan untuk mengeluarkan isinya), dokter memberikan obat, yang adakalanya diberikan lewat infus, sehingga kandungan tetap lemas dan plasenta tidak bergeser. Selama hamil tentu saja sang ibu disarankan untuk membatasi kegiatan sehari-hari (bed rest) sampai saatnya melahirkan.

Bercak darah dan ikatan mulut rahim
Karena kemungkinan risiko yang ditimbulkan, seringan apa pun perdarahan yang keluar semasa kehamilan haruslah diwaspadai. Kita mesti memantau apakah bercak darah hanya timbul sekali, ataukah berulang kali. Apakah bercak bertambah hebat dan disertai mulas atau tidak. Kalau bercak dibarengi mulas biasanya menunjukkan indikasi keguguran. Sebab itu begitu tampak keluar bercak merah, segeralah periksakan diri ke dokter dan beristirahat total.

Dengan beristirahat total, aliran darah ke dalam rahim menjadi baik sehingga perdarahan diharapkan akan berkurang. Untuk mengecek apakah janin masih hidup biasanya diperiksa dengan alat ultrasonografi (USG). Sementara, pengeluaran bercak tanpa disertai rasa mulas bisa diatasi dengan istirahat total ditambah obat penguat kehamilan.

Meski demikian, tak perlu juga kita cemas berlebihan bila terjadi perdarahan. Bisa saja perdarahan itu berasal dari mulut rahim yang mau terbuka, atau calon plasenta yang mau lepas, atau jalan bayi tertutup.

Kondisi mulut rahim yang kurang baik juga bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir dengan keguguran. Misalnya, pembukaan mulut rahim sebelum waktunya. Masalah seperti ini banyak terjadi pada ibu yang sering mengalami keguguran atau sering melahirkan. Pada kasus yang terakhir ini, kondisi serviksnya kurang baik atau robekan di bagian vaginanya tidak tertutup dengan sempurna.

Untuk menghindari terjadinya keguguran, mulut rahim yang sudah agak terbuka tadi diikat atau dijerat dengan “pita” khusus dan baru dibuka kembali pada saat usia kehamilannya sudah cukup tua. Selama diikat, tidak disarankan berhubungan dengan pasangan sebab bisa menyebabkan kontraksi.

Lagipula “pita” penjeratnya keras! Ketika janin berhasil dipertahankan, setelah perdarahan, si ibu hendaknya memperhatikan kesehatan tubuh sambil tak lupa menghindari stres. Makanan yang dikonsumsi hendaknya bergizi tinggi seperti makanan kaya zat besi, kalori, dan protein. Ditambah lagi, cukup vitamin dan mineral. Mintalah nasihat ahli gizi agar tersusun menu yang diperlukan.

Ulah virus
Perdarahan selama kehamilan bisa pula merupakan indikasi adanya ketidakberesan pada kehamilan itu sendiri. Yang paling dicemaskan kalau terjadi pada triwulan pertama masa kehamilan. Perdarahan pada masa ini merupakan tanda-tanda akan terjadinya keguguran. Pada masa-masa awal kehamilan, janin memang masih lemah karena plasenta belum terbentuk.

Perkembangan janin dari 1 – 3 bulan hanya tergantung dari peran hormon. Secara alamiah, ada wanita tertentu memang “berbakat” mengalami perdarahan, yang kemudian diikuti keguguran. Untuk menanggulanginya, tentu harus dicari secara saksama penyebab utamanya. Setelah ditemukan penyebabnya, baru dilakukan tindakan medisnya.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah ketidakseimbangan atau gangguan hormonal. Pada kasus ini umumnya keguguran tidak bisa dihindari. Gangguan terhadap peran hormon penunjang kehamilan pada awal kehamilan 1 – 3 bulan menyebabkan janin tidak berkembang dan gugur. Supaya tidak terulang, sebelum menyiapkan kehamilan berikutnya, sang ibu diberi terapi hormon sampai kadar hormon dikatakan seimbang.

Janin tidak normal juga bisa berujung keguguran. Ketidaknormalan tadi salah satunya akibat kurang baiknya kualitas bibit. Misalnya karena usia sang ibu sudah di atas 35 tahun, menderita penyakit menahun atau berat seperti TBC usus atau bibit sang suami kurang bagus kualitasnya. Dengan sendirinya janin tidak akan terbentuk normal sampai akhirnya berhenti tumbuh.

Janin tidak normal, bisa pula akibat terkena infeksi macam toksoplasma (virus yang ditularkan oleh kucing dan burung), Rubella, Herpes Virus 1 dan 2 yang disebut TORCH. Kuman penyakit ini tidak bisa dibunuh tapi hanya diturunkan keaktifannya dan daya tahan tubuh ibu dinaikkan.

Karenanya, uji TORCH perlu dilakukan sebelum memutuskan hamil kembali. Bila kadar IGG (imunoglugolin) tidak naik lagi, berarti stabil atau turun (virus kalah dan tidak berdaya lagi). Si ibu boleh hamil kembali.

Durian dan tape dilarang?
Selain perdarahan, nutrisi ternyata juga perlu diperhatikan untuk mencegah keguguran janin. Sebab bukankah kehamilan harus pula didukung oleh nutrisi yang baik? Sayangnya, dengan sering mual, pusing dan muntah, acapkali sang ibu mengalami gangguan asupan nutrisi sehingga energinya terkuras serta aliran oksigen ke jaringan berkurang. Akibatnya bisa saja rahim tidak kuat mempertahankan janin.

Demikian pula apabila sang ibu mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Makanan yang dibawa bersama sel darah merah pun menjadi berkurang sehingga suplai makanan kurang dan secara otomatis pertumbuhan janin terhambat. Sebab itu, setiap ibu hamil dianjurkan minum tambahan vitamin serta makan makanan yang memenuhi persyaratan gizi seperti yang dianjurkan dokter.

Makanan berprotein tinggi serta sayuran dan buah-buahan lebih dianjurkan ketimbang makanan berkarbohidrat tinggi. Menu tinggi karbohidrat seringkali menyebabkan janin terlalu besar.

Selama hamil hendaknya juga dihindari makan makanan beralkohol tinggi macam durian dan tape. Semakin enak, biasanya semakin tinggi alkoholnya. Dan ini ikut menghambat pertumbuhan janin. Kalau dikatakan bahwa nenas muda bisa menggugurkan kandungan, menurut dokter kandungan tidak benar, kecuali kalau terjadi diare hebat yang menyebabkan mulut rahim mengendor.

Menurut dokter kandunga, banyak minum air es tidak akan menyebabkan janin lebih besar kecuali kalau selalu diminum dengan sirop. Bahwa minyak kelapa yang konon dapat menyebabkan kelahiran lebih lancar, juga pandangan yang salah. Minyak kelapa ‘kan hanya sampai usus, tidak ke vagina!

Untuk mencegah terjadinya keguguran, selama hamil sebaiknya ibu tidak bekerja berat, terlalu capek, dan menghindari stres. Soalnya, stres yang berlebihan akan meningkatkan adrenalin sehingga terjadi penyempitan pada pembuluh darah yang berakibat kurangnya aliran darah ke rahim. Bila terjadi vaso kontraksi atau timbul reaksi kandungan untuk mengeluarkan bayi, dikhawatirkan akan terjadi keguguran.

Yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan diri menghadapi kehamilan. Bila sebelumnya dirasakan adanya kelainan, seperti tumbuhnya tumor, keputihan, infeksi leher rahim, kista, mengalami endometriosis, dll, perlu segera diperiksa dan diobati agar bila kehamilan tiba, janin bisa tumbuh baik dan lahir dengan selamat.


5 Bakteri Yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil

1. Salmonella enteritidis
Bakteri ini ditemukan pada daging dan telur beberapa jenis unggas. Jika kurang matang dalam memasaknya dapat menyebabkan penyakit.

Gejala: Orang yang terserang bakteri ini biasanya mengalami demam, kram perut, dan diare. Gejala seringkali dimulai 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar dan berlangsung empat sampai tujuh hari.

2. Listeria monocytogenes
Bakteri ini biasanya terdapat pada tanah dan air serta bisa muncul dalam daging mentah, sayuran, dan susu yang tidak dipasteurisasi.

Gejala: Tubuh akan mengalami demam tinggi, nyeri otot, dan kadang-kadang mual atau diare. Infeksi bakteri ini bisa memakan waktu hingga tiga minggu.

3. Escherichia coli
Bakteri ini kebanyakan ditemukan dalam daging (terutama sapi) atau pada kotoran yang terkontaminasi. Juga, pada susu yang tidak dipasteurisasi (mentah) susu dan air yang kurang bersih.

Gejala: Orang yang terpapar biasanya mengalami diare dengan pendarahan, kram perut, dan muntah-muntah. Juga, demam rendah atau pneumonia.

4. Clostridium botulinum
Bakteri ini sering ditemukan dalam makanan kalengan dengan kadar asam rendah, seperti asparagus, kacang hijau, bit, dan jagung.

Gejala: Awalnya mirip dengan flu, seperti lesu dan lemas kemudian penglihatan ganda atau kabur, kelopak mata terkulai, cadel bicara, kesulitan menelan, dan mulut kering. Gejala biasanya muncul 12 sampai 36 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

5. Campylobacter
Sebagian besar terdapat pada unggas mentah atau kurang matang. Ini karena bakteri ini mampu tumbuh dengan baik pada suhu tubuh burung. Kadang-kadang juga ditemukan dalam susu yang tidak dipasteurisasi.

Gejala: Awalnya berupa diare dan muntah berlangsung hingga 10 hari. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, bakteri dapat menyebar ke darah. Komplikasi lain mungkin termasuk radang sendi.

(cara mengurangi rasa sakit punggung saat hamil, makanan sehat untuk ibu hamil, Tips menghindari keguguran, 5 Bakteri Berbahaya Bagi Ibu Hamil)

 

Review : seksualitas.net, etdah.com, carasehat.org

Tags : ciri-ciri hamil, ciri ciri kehamilan, ciriciri wanita hamil, tanda-tanda hamil, tanda-tanda kehamilan, tanda-tanda wanita hamil, perubahan badan pada wanita hamil, ciri-ciri fisik pada wanita hamil, perubahan fisik pada wanita hamil, artikel tentang kehamilan, artikel tentang ibu hamil, cara mengatasi sakit punggung saat hamil, pola makan yang baik untuk ibu hamil, makanan yang sehat untuk ibu hamil, jenis makanan untuk ibu hamil, cara menjaga kehamilan agar tidak keguguran, ciri-ciri hamil muda, ciri-ciri cewek hamil, cara menjaga kehamilan, persiapan kehamilan, macam-macam bakteri yang berbahaya bagi ibu hamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: