Ciri-Ciri : Pikun

Pikun, kepikunan atau Dimensia biasanya di indentikan dengan berkurangnya fungsi otak yang terjadi pada orang usia lanjut. Hal ini bisa berdampak pada kecerdasan, daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, orientasi, dan konsentrasi yang mulai berkurang.

Banyak faktor yang mempercepat/menyebabkan terjadinya kepikunan, seperti obesitas atau perut buncit, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan orang cepat pikun, penyebab lainnya adalah karena penyakit Alzheimer dan gangguan pembuluh otak.

Berikut Ciri – Ciri Pikun / Kepikunan / Dimensia :

  • Sering salah meletakan barang sehari-hari, misalnya meletakan barang sembarangan aja tidak pada tempat semestinya kemudian untuk beberapa waktu kemudian sudah tidak ingat lagi dimana barang tersebut diletakan
  • Kesulitan dalam berkomunikasi, mengeluh, emosi yang berlebihan, sering melontarkan kata-kata yang tidak tepat, linglung, suka berhalusinasi.
  • Kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, contoh menyiapkan makanan di meja untuk di santap namun lupa untuk menyantapnya.
  • Kekacauan Arah ( disorientasi ), sulit mengingat-ingat waktu dan tidak mengenal jalan yang telah maupun akan di lalui.
  • Kemampuan mengambil keputusan menurun, Misalnya memilih mengenakan jaket saat cuaca panas atau kurang waspada terhadap ancaman bahaya.
  • Bermasalah dengan mood dan perilaku yang mirip gejala depresi, sering marah-marah, mudah tersinggung, acuh dan tidak peduli terhadap kebersihan diri.
  • Pendengaran sudah mulai berkurang

Kebiasaan-kebiasaan anak Muda yang bisa cepat membuat pikun  dihari Tua :

1. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

2. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer (sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil).

3. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.

4. Kurang Tidur / Kebanyakan Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

5. Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

6. Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

7. Memikirkan Banyak Hal Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas otak serta dapat merusak otak.

Mulailah Hidup sehat dengan istirahat yang teratur dan cukup.

Disarankan …..

Untuk mencegah / meringankan dimensia, kecukupan gizi lanzia perlu diperhatikan. Berbeda dengan usia muda. Kebutuhan energy lansia menurun sehubungan dengan penurunan metabolism basal dan kegiatan fisik. Kebutuhan protein 48-55 gram sehari dengan perbandingan sumber protein nabati dan hewani 3 : 1. Sebaliknya konsumsi lemak dibatasi dan jangan lebih dari ¼ kebutuhan energy. Pilihlah karbohidrat kompleks yang mengandung vitamin, mineral dan serat.

Untuk meningkatkan konsumsi antioksidan yaitu untuk mencegah penyakit degenerative, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B12, asam folat dan B1 dianjurkan untuk mencegah penyakit jantung. Vitamin B kompleks dan lecithin juga sangat dibutuhkan untuk kesehatan sel syaraf otak. Mineral Fe bersama vitamin B kompleks penting untuk mencegah anemia yang menyebabkan sel otak kekurangan gizi dan oksigen. Vitamin C dan E sangat membantu mencegah terjadinya dimensia dan Alzheimer. Untuk mengeluarkan sisa pembakaran energy tubuh, air sangat penting. Dan untuk membantu peristaltic usus dibutuhkan serat. lebih baik lagi jika anda meminum antioksidan tinggi seperti NIWANA SOD

Review : detikhealth, mausehat

Tags : ciri-ciri orang mengalami kepikunan, pikun atau dimensia, orang pikun, tanda-tanda orang pikun, penyebab orang mengalami pikun, penyebab orang mengalami pikun, gejala-gejala orang mengalami kepikunan, penyebab terjadinya pikun, berkurangnya fungsi otak, pikun pada orang tua atau lanjut usia, cara menghindari kepikunan/pikun, ciri-ciri pikun, ciri-ciri orang mulai pikun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: