Tetap Aktif dan tidak Malas Saat Berpuasa? Mau Dong!

Para pakar gizi menyatakan seseorang tetap aktif atau menjadi lamban saat berpuasa sangat bergantung pada jenis dan jumlah asupan makanan yang dikonsumsi.

Pasalnya puasa tak lantas aktivitas berhenti. Demi mencegah kelelahan timbul saat puasa tengah hari dan badan tetap aktif tanpa kehilangan banyak energi, para pakar diet dan gizi merekomendasikan rencana pola makan seimbang

“Untuk mengatasi kecenderungan tubuh yang melamban dan malas, seseorang perlu mengonsumsi makanan ringan namun berenergi tinggi ketika berbuka puasa,” kata Mahat Mohammed, seorang ahli gizi seperti dikutip oleh Onislam.

Agar kinerja tubuh tetap optimal, pakar gizi menganjurkan makanan padat energi dalam menu, terutama saat berbuka dan sahur. Makanan itu bisa berupa kurma, bubur oatmeal, jus buah segar dan juga sereal seperti beras, pasta, buah-buahan dan protein seperti susu. Semua jenis makanan tadi bisa menghasilkan diet seimbiang.

Berkaitan dengan jam puasa yang panjang di beberapa negara, karbohidrat kompleks, atau jenis makanan yang lambat dicerna sebaiknya dikonsumsi saat Sahur sehingga makanan tersebut bertahan lama dalam tubuh, (sekitar delapan jam). Dengan demikian mereka yang berpuasa tak begitu merasa lapar di tengah hari.

Sebagian besar pakar merekomendasikan Sahur ringan di mana di dalam menu terdapat karbohidat kompleks. Beberapa jenis makanan yang menjadi sumbernya adalah biji-bijian seperti gandum, oats, semolina, kacang, lentil, gandum utuh dan beras.

Selain persoalan asupan, dehidrasi, menurut dokter, juga salah satu penyebab yang menjadikan kinerja dan aktivitas tubuh menurun saat puasa. Saat musim kemarau, tingkat dehidrasi yang dialami bisa kian memburuk, terlebih bagi mereka yang diharuskan bekerja di luar ruangan ketika matahari bersinar terik.

Menurut ahli nutrisi, dehidrasi juga bergantung pada seberapa banyak seseorang minum sebelum puasa, pada aktivitas fisik dan efisiensi kerja organ tubuh seperti ginjal.

“Cukup minum air dan jus buah saat buka puasa dan sebelum sangat dianjurkan. Pola ini dapat mencegah dehidrasi sekaligus detoksifikasi sistem pencernaaan,” kata Mahat.

“Sebisa mungkin anda harus menghindari olahraga berat, menghindari makanan karbohidrat olahan dan aktivitas yang menyerap banyak energi, seperti berargurmen dengan seseorang,” ujarnya.

Selain itu, mereka yang berpuasa dianjurkan menghindari makanan penghasil gas lambung, seperti mengudap kacang-kacangan di malam hari, makanan tinggi lemak, makanan olahan dan siap saji seperti keripik, minuman yang berisiko memperparah dehidrasi macam soda dan gorengan serta makanan berbumbu dan pedas.

Sayuran Menunda Lapar Hingga 14 Jam

Sayuran Menunda Lapar Hingga 14 Jam

fajarapWednesday, August 3, 2011 10:55 AM WIT

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dr. Titus Nursiwan, mengatakan untuk menjaga ketahanan tubuh selama menjalankan ibadah puasa, umat Muslim disarankan banyak mengonsumsi sayuran. Sayuran yang punya kandungan serat tinggi dapat menahan lapar hingga 14 jam.

“Selama bulan puasa ada baiknya memperbanyak makanan berserat tinggi. Kandungan serat yang tinggi akan mengurangi rasa lapar hingga 14 jam. Salah satu yang paling populer adalah sayur bayam dan pisang berangan,” jelasnya kepada Republika.

Ia menambahkan dengan makanan berserat ibadah puasa bisa lebih khusyuk dilakukan karena stamina tubuh lebih optimal. Titus juga memberikan saran yang harus diperhatikan dalam  kondisi perut yang kosong.

“Makanan yang tidak dianjurkan adalah makanan yang banyak mengandung gas. Di samping itu makanan yang mengandung banyak santan juga sebaiknya dihindari, ini sebenarnya hal yang paling banyak disukai masyarakat,” ujarnya.

Pada kondisi perut kosong sebenarnya seseorang gampang terserang penyakit. Di antara penyakit yang paling umum adalah flu. Sehingga bagi masyarakat yang rentan terserang flu, sebaiknya sangat berhati-hati dalam menjaga kondisi tubuhnya.

Lalu pada saat puasa air yang harus masuk ke dalam tubuh adalah 2,5 liter atau 10 gelas. Pasokan itu harus bisa terpenuhi setelah berbuka puasa dan saat waktu sahur.

“Ritmenya terserah masing-masing kebutuhan tubuh, kapan mau menerimanya,” imbuhnya.

Mengonsumsi suplemen juga tidak dianjurkan bagi mereka yang menjalani ibadah puasa, karena suplemen hanya dibutuhkan sebagai pelengkap dari pemenuhan kebutuhan pokok yang sudah diasup.

“Pemenuhan kebutuhan pokok menjadi kurang selama puasa, dan karena itu suplemen tidak perlu dikonsumsi,” katanya.

 

Sumber: Republika

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: