4 Ramadhan 1432 – Tafsir Ayat : Hukum Puasa Ramadhan

HUKUM PUASA RAMADHAN.

 



SQ Al-Baqarah (2):184 = “…Maka Barang siapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah mengulanginya pada hari-hari lain.”

 

Yakni, orang sakit dan yang bepergian tidak perlu berpuasa, namun boleh berbuka dan mengqadha dengan cara mengulanginya pada hari-hari lain.

 

 

Adapun orang yang sehat dan berada ditempat–bila dia mau–maka berpuasalah dan bila tidak mau maka berbukalah, namun dia harus memberi makan kepada seorang miskin untuk tiap-tiap hari ia berbuka.

 

 

Berpuasa lebih baik daripada memberi makan. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan ulama salafusalih lainnya. Pendapat mereka didasarkan atas firman Allah ; “Dan orang-orang yang merasa berat untuk melaksanakannya, wajib baginya membayar fidyah dengan memberi makan kepada orang-orang miskin. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka hal itu lebih baik baginya. Dan berpuasa adalah lebih bagik bagimu jika kamu mengetahui.”

 

 

 

Sumber :

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Jilid 1. Hal: 287-288

Muhammad Nasib Ar-Rifa’i

 

wassalamu’alaikum wr wb,

Arief Zulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: