9 Ramadhan 1432H – Tafsir Ayat : Perintah Shalat Wajib & Anjuran Qiyaamullail.

Perintah Melaksanakan Shalat Wajib & Anjuran Qiyaamullail

 

QS Al Israa’ : 78 = ” Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan ( dirikanlah pula shalat ) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan ( oleh Malaikat ) “.

 

Allah yang Mahasuci lagi Mahatinggi berfirman kepada Rasul-Nya Muhammad SAW, seraya menyuruhnya untuk mengerjakan shalat wajib tepat pada waktunya.

 

” Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam……” 

Menurut pendapat beberapa ulama salah satunya Ibnu Mas’ud, Mujahid dan Ibnu Zaid ” …matahari tergelincir ..” yakni matahari terbenam. ” ….sampai gelap malam “ yakni gelap malam.

 

” ……Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan ( oleh Malaikat ) “.

Imam al Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda : ” Keutamaan shalat berjama’ah atas shalat sendiri adalah dua puluh lima derajat. Para Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul pada shalat Subuh “.

 

Dalam kitab as-Shahihain juga diriwayatkan melalui jalan Malik dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda :

” Para Malaikat malam dan Malaikat siang datang kepada kalian silih berganti, dan mereka berkumpul pada shalat Subuh dan shalat “Ashar. Kemudian para Malaikat yang berada ditengah-tengah kalian itu naik. Lalu mereka ditanya oleh Rabb mereka, yang Dia lebih mengetahui tentang kalian, ” Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku? ” Para Malaikat itu menjawab : ” Kami datang kepada mereka ketika mereka tengah mengerjakan shalat dan kami tinggalkan mereka juga ketika mereka tengah mengerjakan shalat “.

 

QS Al Israa” : 79 = Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu ; mudah-mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji “

 

Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk senantiasa Qiyaamullail ( bangun malam ) setelah mengerjaan shalat wajib. Dan waktu mengerjakan shalat tahajjud itu dikerjakan setelah tidur. Demikian yang dikemukakan oleh ‘Alqamah, Al Aswad, Ibrahim an-Nakha’i dan beberapa ulama lainnya.

 

” ..mudah – mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji “

Maksudnya, kerjakanlah apa yang Ku-perintahkan kepadamu agar Kami tempatkan dirimmu kelak pada hari Kiamat ditempat yang terpuji, yang semua makhluk akan memujimu dan juga Penciptanya yang Mahasuci lagi Mahatinggi.

 

Ibnu Jarir mengatakan : ” Mayoritas ahli tafsir mengemukakan , ‘ Itulah tempat yang ditempat oleh Muhammad SAW pada hari Kiamat kelak untuk memberikan syafa’at kepada umat manusia agar Allah meringankan mereka dari kesusahan yang sangat dhsyat pada hari itu yang mereka alami ‘.

 

Sumber : Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.

Muhammad Nasib Ar-Rifai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: