PERINTAH TENTANG PUASA

Dalam Al Qur’an terulang kata Shiyam sebanyak delapan kali, dalam arti puasa menurut hukum syari’at.

Sedangkan tentang puasa Ramadhan uraiannya di temukan dalam QS (2 Ayat 183) yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa , sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” Dan di lanjutkan dengan ayat berikutnya QS (184, 185, dan ayat 187). Puasa Ramadhan baru di wajibkan setelah Nabi Saw tiba di Madinah.
Oleh karena itu Ulama AL Qur’an sepakat bahwa surat Al Baqarah di turunkan di Madinah. Sementara para sejarahwan menyatakan bahwa kewajiban berpuasa di bulan Ramadhandi tetapkan Allah SWT pada 10 Sya’ban tahun kedua Hijri (Hijriah).
Hukum puasa
 
Ibadah Shaum Ramadhan kedudukan hukumnya adalah Fardhu (Wajib) berdasarkan Firman Allah SWT di dalam ( QS : 2 : 183) yg artinya sudah tertulis di atas  dan (QS: 2: 185 ) yang artinya, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya di turunkan AL Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai peunjuk itu. Dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya ), sebanyak hari yang di tinggalkannya itu , pada hari2 yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, hendaklah kamu mencukupi bilangan dan mengagungkan Allah atas petunjukNya, yg di berikan kepadamu, agar kamu bersyukur. ”

Dalam ayat ini Allah memanggil umat yg beriman untuk menyuruh mereka berpuasa, yakni menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh dengan niat yang tulus ikhlas kepada Allah sepanjang hari, karena mengandung ajaran menyucikan diri dan membersihkan dari ahlak yg rendah dan keji, juga di terangkan bahwa kewajiban ini, telah di wajibkan kepada umat2 yg terdahulu.

Dan kita diwajibkan menjaga diri dari segala hal yg dapat membatalkan puasa, bukan hanya menahan diri dari haus dan lapar saja, tapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita dari perbuatan maksiat,
contohnya: seperti menahan pandangan , menahan lidah dari ucapan yg tidak baik , dan menjaga diri dari amarah. Kita di anjurkan untuk bersabar.  Karena itu rajin-rajinlah lah melakukan kewajiban ini, supaya kalian mencapai pengertian takwa yg sesungguhnya. Sebab dalam puasa itu ada tuntunan untuk mempersempit pengaruh setan.
Dari Abdurahman, Abdullah Ibnu Umar, Ibnu Khathab Ra, berkata: saya mendengar, Islam di bangun di atas 5 perkara: “Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad Saw Utusan Allah, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ” Haji ke Baitullah ” dan puasa Ramadhan ( HR Bukhari Muslim )

Respon Seorang Mukmin terhadap Allah

Seorang muslim di tuntut memanfaatkan hidupnya di dunia untuk beramal shalih, dan mengkhususkan hari-harinya dengan penuh keutamaan dan penuh kebaikan seperti halnya pada bulan Ramadhan.

Hendaknya dia mengkhususkan dengan ekstra Ibadah, dan puasa di bulan Ramadhan ini, sebagai kewajiban seorang mu’min dari sebagian rukun islam.
Bulan ramadhan adalah bulan Agung ( Syahrun Azim), Bulan yg penuh berkah ( Syahrun Mubarak ) yg mempunyai bobot lebih di banding sebelas bulan lainnya. Dan disebut sebagai penghulu segala bulan (Sayidus Suhur). Selain ibadah puasa di siang hari , Allah Swt menganjurkan ibadah sunah di malam hari berupa Shalat qiamullail (dengan Tarawih).
Barang siapa yg mempuasai dan mendirikannya karena Iman dan mengharap Ridho Allah SWT, niscaya ia di keluarkan dari dosa2nya , seperti pada hari ia di keluarkan dari perut ibunya.
Dan juga Allah SWT sangat menghargai aktifitas positif orang muslim di bulan ramadhan dengan menawarkan pahala yang sangat luar biasa. Dari satu amalan di ganjar 70  kali lipat, menyadari hakikat yang tidak lain adalah penggemblengan mental fisik dan intelektual kita dalam rangka meningkatkan kadar ketaqwaan kita sehingga benar-benar lolos dalam medan ujian kehidupan dunia ini
dengan predikat Muttaqin’. Jika demikian kesadaran kita hendaknya kita menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini dengan memenuhi dan menyempurnakan rukun-rukun dan sunah-sunahnya. Janganlah sampai puasa kita terjatuh pada perkara -perkara yang membatalkan puasa, maupun yang membuat puasa kita sia sia.
Keutaman bulan Ramadhan
1) Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa, dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan atau juga di sebut (Syahrul Qur’an) sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam QS ( 2- 185 )
2) Di bukanya pintu Surga dan di tutupnya pintunya pintu neraka. Dari Abu Hurairah ra, berkata; Rusulullah bersabda “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, di wajibkan kepada kalian ibadah puasa, di bukakan pintu-pintu surga, di tutup pintu-pintu neraka, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa di haramkan kebaikan maka di kharamkan (HR Ahmad Nassa’i dan Bukhri).
3) Terdapat  Lailatul Qadar.
4) Penghapus dosa dari Ramadhdan ke Ramadhan.
Dari Abu Hurairah ra berkata, sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Shalat 5 lima waktu, antara shalat Jum’at sampai ke Jum’at dan  Ramadhan ke Ramadhan berikutnya. Penghapus dosa di antara keduanya jika di jauhi dosa2 besar (HR Muslim)
 5) Iklas niat ( QS 96:6). Sesunggnya segala amal hanya tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang di niatkan. Maka barang siapa yang hijrah karna ALLAH dan RASULNYA. maka hijrahnya itu untuk ALLAH dan RASULNYA. Barangnya siapa yang berhijrahnya karena dunia dan akan mendapatkannya atau karena wanita dia akan menikahinya. Hijrahnya kepada apa yang di niatkanya (HR Bukhori dan Muslim)
Syarat wajib puasa
1) Islam
 Niat (setiap malam sebelum fajar terbit), (2) Imsak, yakni menahan diri dari makan, minum, serta hubungan seks sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
2) Baligh”
3) Berakal
4) Mukim ( tidak sedang dalam perjalanan)
5) Kuat dan sanggup
Serta makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian antara benang putih dan benang hitam yaitu fajar. (HR AL Bukhari dan Abu Daud)
Materi ini saya kutip dari beberapa narasumber semoga bermanfaat.
Semua kebenaran datangnya dari Allah’ dan kalau ada kesalahan itu dari saya peribadi.
Mohon ma’af lahir bathin, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1432 Hijriah
Semoga amal ibadah di terima oleh Allh SWT, Amiin.

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamu’alaiku Warahmatullahi Wabarakaatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: