Tadzkiroh: Urgensi Ilmu

Bismillahirrahmannirrahiim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
URGENSI ILMU

A. Pentingnya Menuntut Ilmu

Dalam surat Ali Imran ayat 18 (QS 3:18), “Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang yang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia,yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.
Dalam hal ini, jelaslah bahwa Allah mewajibkan bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. Karena ilmu merupakan bekal kita dalam mengarungi kehidupan di dunia.
Ilmu pada dasarnya adalah Aqidah. Apa yang dipelajari oleh seseorang, itulah yang akan menjadi keyakinannya. Bilamana ia mempelajari hal yang keliru, besar kemungkinan
ia akan jatuh pada kekeliruan, begitu pula sebaliknya.
Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, Shaikh Az-Zarnuji memaparkan bahwa setiap muslim tidak diwajibkan menguasai seluruh cabang ilmu, namun diwajibkan atasnya menuntut “ilmu hal” yaitu ilmu tentang kondisi kekinian. Yang dimaksud  ilmu hal menurut para ulama yaitu ilmu Ussuluddin (dasar-dasar agama atau aqidah) dan ilmu fiqh.
Jadi, dengan memahami keduanya, seorang muslim sudah terlepas dari kewajiban yang harus dipenuhinya. Ilmu ussuluddin mengajarkan bagaimana seharusnya kita beritikad kepada Allah, memahami rukun iman, memahami batasan antara keimanan dan kekafiran.
Adapun ilmu fiqh mengajarkan tata cara beribadah yang benar kepada Allah, kewajiban zakat, haji, puasa dan seluk beluk hukum pernikahan dan keluarga, mu’amalah atau ekonomi, hudud atau sanksi bagi pelaku kejahatan. Bagi pelaku kejahatan, bahkan diajarkan pula  kriteria memilih  pemimpin.
B. Keutamaan Menuntut Ilmu

1. Orang yang berilmu, diangkat derajatnya

Dalam surat Al-Mujadilah ayat 11 (QS 58:11), yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan”.

2.Berbeda antara yang berilmu dengan yang tidak

Dalam surat Az-Zumar ayat 9 (QS 39:9), yang artinya “(Apakah kamu orang musrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”

3.Menjadi takut kepada Allah

Dalam surat Fatir ayat 28 (QS 35:28), yang artinya “Dan demikian (pula) diantara manusia, mahluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepadanya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”

4.Memudahkan jalan menuju syurga

Seperti dalam Hadist Riwayat  Muslim, “Barang siapa menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga.”
Marilah kita berlomba- lomba dalam mencari ilmu Allah. Semoga kita termasuk orang -orang yang tidak ragu sedikitpun. Dan Insya Allah kita termasuk orang-orang yang dimudahkan jalannya menuju syurga. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Arief Zulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: