KEUTAMAAN DOA

SQ Al A’raaf (7)  : 55 = “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

 

Allah Ta’ala membimbing hamba-hamba-Nya cara berdoa kepada-Nya yang merupakan untuk kepentingan mereka baik kepentingan duniawi maupun  ukhrawi.

Maka Allah berfirman, ” Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut.” Yakni dengan menghinakan diri, tenang, suara yang lembut dan hati yang khusyu. Penggalan ini seperti firman Allah Ta’ala, “Dan sebutlah Tuhanmu dalam dirimu.”

 

Dalam shahibain diriwayatkan bahwa Abu Musa al Asy’ari berkata bahwa orang2 mengeraskan suaranya ketika berdoa, maka Rasulullah bersabda (300), ” Wahai manusia, kasihanilah dirimu karena kamu bukan menyeru kepada yang tuli dan tidak ada, yang kamu seru itu adalah Maha Mendengar dan Mahadekat.”

 

SQ An Naml (27) : 62 = Firman Allah Ta’ala, ” Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepadaNya…”

Siapakah yang dijadikan tempat berlindung oleh orang yang mendapat kesulitan? Tidak ada yang dijadikan tempat berlindung kecuali Dia dan tidak ada yang melenyapkan kesulitan kecuali Dia pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: