Kisah Wanita-wanita Sholihah Pengukir Sejarah (4)

Ummu Aiman

Ummu Aiman adalah wanita yang mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Beliau adalah ibunda Rasulullah SAW setelah ibundanya wafat. Beliau mempunyai nama lengkap Barakah binti Tsa’labah.

Ummu Aiman adalah wanita agung dan mulia. Beliaulah yang merawat Rasulullah SAW sejak ibundanya, Aminah, wafat. Aminah wafat pada perjalanan pulang dari kota Yatsrib ke Mekah karena menderita sakit. Muhammad SAW pada saat itu baru berusia 6 tahun. Beliau menjadi yatim piatu karena ayahandanya, Abdullah, tercinta pun telah tiada.

Hal ini membuat Ummu Aiman merasa sangat iba kepada Muhammad. Beliau akhirnya membawa Muhammad tinggal bersamanya dan merawatnya sebagaimana puteranya sendiri dengan penuh kasih sayang dan cinta kasih layaknya seperti anaknya sendiri.

Ummu Aiman merupakan salah satu dari orang-orang pertama yang hijrah ke Madinah. Beliau hijrah ke Madinah dengan berjalan kaki tanpa bekal apapun. Pada saai itu beliau berpuasa  walaupun cuaca panas. Panasnya yang  sangat terik terasa mendera sampai ke tenggorokan. Walaupun begitu beliau tetap berpuasa.

Diriwayatkan bahwa pada suatu saat beliau sangat haus yang tak tertahankan. Maka turunlah timba yang berisi air dari langit dengan tali berwarna putih. Ummu Aiman  mengambil  timba itu lalu meminum airnya sampai puas. Diriwayatkan pula bahwa setelah Ummu Aiman meminum air itu beliau tidak merasakan haus lagi walaupun berpuasa di tengah teriknya matahari.

Ummu Aiman adalah hamba sahaya dari ayahanda Rasulullah SAW yang diwariskan kepadanya. Beliau kemudian dimerdekakan oleh Rasulullah SAW. Beliau dinikahi oleh  Ubaid bin Al Haritz. Namun, suaminya itu kemudian syahid di peperangan Khaibar. Dari pernikahannya lahirlah putranya yang diberi nama Aiman. Aiman merupakan salah satu pengikut Muhammad SAW yang setia. Ia ikut berhijrah dan selalu ikut berjihad membela agama Allah SAW. Aiman akhirnya syahid dalam perang Hunain.

Ummu Aiman sangat sedih atas kepergian dua orang terkasihnya. Namun, beliau merasa sangat bangga karena suami dan putranya tercinta telah syahid membela Allah dan RasulNya.

Rasulullah sering datang menghibur beliau. Walaupun beliau dirundung kesedihan yang amat dalam, beliau tetap menerima Muhammad SAW dengan penuh kelembutan dan keramahan. Beliau tak pernah lupa menyajikan makanan kesukaan Rasulullah SAW.

Ummu Aiman bagi Rasulullah adalah wanita yang sangat mulia. Rasulullah menganggap beliau sebagai ibunya sendiri. Rasulullah SAW pernah berkata, “ Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibuku”.

Dalam suatu majlis, Rasulullah SAW berkata,” Barang siapa yang mengawini perempuan penghuni surga maka kawinilah Ummu Aiman. Hal ini terdengar oleh Zaid bin Haritsah. Zaid merupakan salah satu kekasih Rasulullah SAW.  Zaid pun mengutarakan keinginannya untuk menikahi Ummu Aiman. Mereka akhirnya menikah dan dari pernikahan itu lahirlah seorang putra yang diberi nama Usamah bin Zaid.

Pada saat terjadi perang Mu’tah, Zaid, sang suami tercinta, ikut pada peperangan tersebut dan akhirnya syahid di medan perang.  Tak lama kemudian  putranya Usamah yang telah beranjak dewasa ikut bersama barisan mujahid. Ia ikut dalam perang Hunain dan akhirnya ia pun syahid di peperangan tersebut.

Kematian suami dan putranya itu membuat Ummu Aiman sangat sedih dan terpukul. Walaupun begitu, beliau tetap bersabar dan berharap orang-orang yang dicintainya itu mendapat keridhaan Allah SWT.

Kesedihan demi kesedihan datang melanda. Namun, kesedihan yang amat sangat  beliau rasakan ketika Rasulullah SAW wafat. Orang yang sangat mulia yang sudah merupakan buah hatinya. Diriwayatkan bahwa pada saat beliau menangis para sahabat bertanya mengapa ia menangis, maka beliau menjawab bahwa beliau menangis karena wahyu telah terputus dari langit. Mendengar hal itu para sahabat, Umar dan Abu Bakar pun ikut menangis.

Ummu Aiman wafat pada masa khalifah Utsman bin Affan, bertepatan 20 hari setelah wafatnya Umar. Beliau adalah pengasuh Rasulullah SAW dan ibunda Rasulullah  SAW, kekasih Allah SWT. Beliau adalah sosok wanita istimewa dan mulia yang sangat sabar dan tabah menghadapi semua peristiwa dalam hidupnya.

 

Sumber :

Wanita-wanita Penghias Surga oleh Muhammad Ali Quthb

http://id.wikipedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: