PETANI YANG JUJUR

Tersebutlah cerita seorang petani miskin yang jujur. Suatu hari dia berjalan menuju ladangnya, ketika dia meniti sebuah titian bambu melintasi anak sungai yang sedang banjir, tiba-tiba kakinya terpeleset. Cangkul satu-satunya yang dimilikinya terjatuh kedalam sungai yang mengalir deras…

Si petani dalam kebingunan berusaha menggapai-gapai air sungai mencari cangkul yang jatuh, t…api nasib lagi sial, sampai siang tidak juga ditemukannya cangkul itu.

Lalu dalam keputus asaan dia kelelahan dan jatuh tertidur bersandar di sebatang pohon kayu. Tiba-tiba sesosok makhluk tinggi besar mendatanginya dan bertanya: “Kenapa kamu kelihatannya sangat sedih pak Tani ??”. “Ya, saya sangat bersedih karena cangkul saya satu-satunya jatuh ke sungai dan hanyut dibawa air”.

“Oh, gampang”. Jawab makhluk itu. Dalam sekejap dia menghilang dan tidak berapa lama dia muncul kembali. Dia membawa sebuah cangkul yang terbuat dari emas berkilauan. Makhluk itu bertanya: “Apakah ini cangkulmu?”. Si petani menjawab: “Oh, bukan. Itu bukan cangkul saya”. Lalu, makhluk itu tiba-tiba menghilang lagi. Tidak berapa lama, makhluk itu muncul lagi membawa sebuah cangkul yang terbuat dari perak. Lalu dia bertanya kepada si petani: “Apakah ini cangkulmu?”. Si petani menjawab: “Bukan, itu bukan cangkul saya. Cangkul saya jelek, kok”. Untuk ketiga kalinya makhluk itu menghilang lagi dan segera kembali dengan sebuah cangkul yang butut dan berkata: “Apakah ini cangkulmu?”. Si petani menjawab: “Ya, Benar, itu cangkul saya”.

Makhluk itu berkata: “Karena kamu ternyata seorang petani yang jujur, maka cangkul emas dan cangkul perak ini saya berikan juga kepadamu. Ambillah…” Dengan gembira si petani menerima ketiga cangkul itu dengan mengucapkan terimakasih. Makhluk itu berpesan: “Kalau kamu ada kesulitan lagi panggil saja Oh Raja hutan, tolong saya”. Lalu makhluk itu tiba-tiba menghilang begitu saja.

Alangkah gembira hati si petani memperoleh hadiah cangkul emas dan perak itu. Beberapa bulan kemudian, dia berjalan ke ladang bersama isterinya. Si petani sudah lupa pada peristiwa cangkul emas itu. Tiba-tiba isterinya terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia berusaha meraih tangan isterinya yang minta tolong, tapi apa daya air sungai terlalu deras dan menghanyutkan isterinya itu.

Dalam keputus asaan dia kehabisan tenaga dan jatuh terduduk dan bersandar pada batang pohon kayu yang dulu. Tiba-tiba dia teringat pesan makhluk ghaib itu. Dia berteriak: “Oh, Raja hutan, tolonglah saya….”

Makhluk itu dalam sekejap tiba-tiba sudah berdiri di hadapan si petani. Dia bertanya: “Ada yang bisa dibantu???”. Si petani menjawab: “Tolonglah saya Raja hutan. Isteri saya jatuh dan hanyut dalam air deras ini”. Raja hutan menjawab: “Baiklah. Tunggu sebentar…”

Tidak berapa lama si Raja hutan datang membopong seorang wanita cantik secantik Julia Perez. Lalu dia bertanya: “Apakah ini isterimu???”. Si petani menjawab: “Ya. Itu isteri saya”. Dengan sangat murka Raja hutan membentak si petani: “Kamu ternyata petani pembohong. Wanita secantik ini kamu akui sebagai isterimu??”. Si raja hutan tiba-tiba menghilang dan kembali dengan membawa isteri si petani. Dia menyodorkan perempuan itu kepada si petani dan berkata: “Isterimu yang benar adalah ini. Mengapa kamu berani mengakui wanita cantik ini sebagai isterimu?”. Si petani dengan penuh ketakutan menjawab: “Ya, benar saya telah berbohong. Saya takut kalau paduka membawa lagi wanita lain yang secantik Dewi Persik. Lalu paduka menyerahkan kepada saya Julia Perez, Dewi Persik dan isteri saya. Bagaimana saya bisa memberi makan kepada ketiganya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: