MSG

Good article.
Apakah pernah ada penelitian mengenai efek ‘terlalu gurih’ dalam setiap golongan darah ?

Saya sih secara pribadi, memiliki kepekaan yang cukup tinggi akan rasa gurih yg di wakili MSG ini. Apalagi bila jajan yang sudah mengandung kaldu, air daging (dari baso misalnya), lalu di tambah MSG.

Kepala langsung pusing, badan merasa kehausan mirip dehidrasi namun terjadi di daerah kerongkongan saja.

Ditambah bila kita punya kolesterol tinggi (karena pola gaya hidup ‘baru’) itu bisa buat ngantuk dengan cepat lho…

Uniknya bila saya memesan jgn pake micin yaa… Efek diatas tidak ada (atau berkurang).

Mungkin kejadian ini terjadi pada sebagian orang namun perlu diperhatikan juga. Pernahkah diantara para anda mengalami kejadian serupa?
MSG

by Syarif Niskala (also blogged at syarifniskala.com)

Tidak banyak bahan makanan yang popularitas nama ilmiahnya mampu mengalahkan nama generiknya. MSG adalah salah satu yang istimewa tersebut. Masyarakat awam sudah mengenal dengan baik kata MSG sebagai singkatan mono sodium glutamate sedekat kata vetsin bahkan lebih dekat dibandingkan kata bumbu masak.

MSG adalah bahan makanan yang secara mutawatir (mayoritas ilmuwan dunia) menyepakatinya sebagai bahan tambahan makanan yang sehat atau tidak memiliki dampak buruk jika dikonsumsi sewajarnya. Sebagai bahan pionir yang membangkitkan rasa umami (gurih), saat ini MSG mendapatkan tentangan dan persepsi buruk dari sebagian kecil orang. Malangnya, MSG sering dikecam oleh mereka sebagai makhluk menyeramkan yang akan merusak sel-sel saraf dan berdampak negatif pada kecerdasan.

Benarkah demikian?

Dalam istilah pangan ada kategori GRAS yaitu singkatan dari generally recognise as safe. MSG mendapat predikat bergengsi aman dikonsumsi atau GRAS dari badan-badan pangan dunia yang sangat otoritatif seperti FAO, FDA, dan CODEX. Ini jua sikap BPOM Republik Indonesia. Tapi, kenapa MSG masih juga disikapi paranoid oleh sekelompok orang?

Sebenarnya gerakan anti MSG ini lebih mirip mitos yang dibangun oleh keunikan-keunikan khusus individual. Ada beberapa pribadi yang memang ‘alergi’ pada MSG. Alergi ini bisa bersifat medis atau hanya sekadar psikologis. Gejala agak langka ini juga telah menjadi takdir udang. Namun karena udang adalah produk alami yang minim rekayasa manusia maka sangat sulit untuk dimuati kepentingan politik dagang. Malangnya MSG, takdir ini tidak dapat disandangnya karena dia dapat diproduksi secara massal oleh industri sehingga gampang dicurigai.

Jika mengikuti isyu-isyu pangan, sentimen negatif pada MSG ini bersifat lokal dan emosional. Ini mirip dengan gerakan anti karbohidrat yang terjadi di masyarakat berkelebihan berat badan dan berdiabetes. Lihatlah permusuhan mereka di gerakan anti-karbo di Amerika. Sang karbo demikian dipojokkan dan dicaci. Padahal karbohidrat hanya menghukum orang-orang yang berlebihan mengonsumsinya. Bukankah tak ada satu pun dalil ilahiah dan ilmiah yang mampu menyeret jatuh karbohidrat pada tingkat haram dikonsumsi?

Nun jauh di sebuah komunitas, banyak dari anggotanya yang ill feel makan siang karena sang koki tidak jua mampu menemukan resep makanan siang yang murah tapi terbebas dari sang monster MSG. Saking frustrasinya mereka, sampai memiliki singkatan generik baru dari MSG.

Mengapa Sih Gue korbannya!

Marah Sama Gue ya…

Apa singkatan MSG menurut Anda?

from the note of @syarifniskala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: