7 Ciri-ciri Saham Anda Menuju Kehancuran

Angga Aliya – detikfinance
Kamis, 07/06/2012 07:18 WIB

Apakah investasi saham Anda baik-baik saja atau justru sedang di ambang kehancuran? Beberapa orang biasanya bisa mendeteksi hal ini dengan baik. Bagaimana caranya?

Meski tidak baku, tapi ada beberapa ciri-ciri yang bisa Anda perhatikan apakah saham milik Anda ini hanya terkoreksi sesaat atau bakal terus jatuh seiring berjalannya waktu. Tanda-tanda ini bisa menjadi peringatan pertama bagi Anda untuk segera mengambil sikap.

Seperti dikutip dari Investopedia, Kamis (7/6/2012), berikut ini adalah ciri-ciri saham yang sudah di ujung tanduk.

1. Arus kasnya negatif

Arus kas adalah urat nadi perusahaan. Investor yang mengetahui dengan baik arus kas sebuah perusahaan bisa menghindari berinvestasi di saham yang buruk.

Jika pendapatan perusahaan lebih kecil ketimbang pendapatan, maka arus kasnya sudah negatif. Jika ini terjadi secara berkala dalam beberapa periode, tandanya perusahaan tersebut sudah dalam bahaya.

Tanpa adanya rencana tambahan modal dari pemegang saham mayoritas atau pinjaman perbankan, situasi negatif seperti ini tidak akan hilang dalam waktu yang lama.

2. Rasio utang yang tinggi

Beban utang menjadi faktor yang bisa menggerus arus kas. Rasio utang yang tinggi biasanya menjadi mimpi buruk perusahaan, terutama korporasi skala kecil karena punya potensi bangkrut yang tinggi.

Hal ini bisa dilihat dari debt-to-equity ratio (DER) alias rasio utang terhadap modal. Rasio itu menunjukkan tingkat utang jangka panjang dan pendek terhadap modal perusahaan. Perusahaan dengan DER lebih tinggi dari 0,5 patut dicermati dengan baik.

3. Harga sahamnya turun terus

Investor yang jeli bisa membedakan antara koreksi harga yang sehat dan tidak sehat. Semua saham perusahaan, baik itu korporasi besar maupun kecil, pernah mengalami koreksi harga.

Namun, koreksi yang tidak sehat biasanya awal dari kehancuran saham tersebut. Sebaliknya, jika itu koreksi sehat yang mengikuti tren pasar, bisa jadi kesempatan untuk membeli saham tersebut di harga murah.

Namun, sebelum memutuskan apakah sebaiknya anda membeli atau menjual saham ketika terjadi koreksi, simak dulu poin berikutnya.

4. Proyeksi laba perusahaan

Hal yang paling penting untuk diperhatikan setiap investor adalah proyeksi kinerja perusahaan, terutama laba. Harga saham tidak akan turun begitu saja, pasti ada pemicunya.

Jika sebuah perusahaan memproyeksikan laba naik tapi ternyata harga sahamnya malah turun, lihat dulu faktor eskternal lain, mungkin pasar memang sedang dalam tren bearish atau sahamnya sudah overbought.

Tapi kasusnya sangat jarang jika perusahaan mengumumkan penurunan laba tapi ternyata sahamnya malah naik, kecuali sahamnya ‘digoreng’ oleh bandar.

5. Orang dalam banyak lepas saham

Perusahaan terbuka alias emiten wajib melaporkan hasil kinerja keuangan kepada publik, termasuk jika ada transaksi jual-beli saham yang dilakukan oleh orang dalam, contohnya pemilik, komisaris, dan direksi.

Orang dalam ini punya informasi terdepan mengenai perusahaan tempat mereka bernaung. Jika salah satu dari mereka mulai melepas saham secara berkala, apalagi dalam jumlah yang besar, ini sudah jadi lampu kuning bagi Anda.

Memang bukan sebuah kepastian bahwa saham perusahaan itu akan anjlok makanya banyak orang dalam melepas saham, tapi setidaknya hal ini bisa menjadi acuan Anda untuk mencari informasi soal perusahaan tersebut.

6. Banyak pengunduran diri

Jika terjadi banyak pengunduran diri di sebuah perusahaan, apalagi yang mundur ternyata berada di lapisan atas, ini bisa menjadi kabar buruk bagi sahamnya. Meski tidak bisa disimpulkan secara langsung, tapi pengunduran diri tidak bisa dianggap enteng.

Pergantian tim audit juga harus Anda perhatikan dengan baik. Periksa hubungan antara si auditor dengan perusahaan tersebut. Sinyal-sinyal seperti ini biasanya awal dari kehancuran saham perusahaan yang bersangkutan.

7. Investigasi oleh otoritas

Jika otoritas bursa mulai melakukan penyelidikan terhadap perusahaan, maka biasanya diikuti oleh penurunan harga saham. Penurunan akan terjadi bahkan sebelum hasil investigasi keluar.

Pasalnya, sebuah perusahaan bisa sampai mendapat perhatian khusus dari otoritas berarti ada yang tidak beres atau dianggap melanggar aturan. Meski banyak investigasi tersebut yang ujungnya tidak menghasilkan apa-apa, perusahaan tersebut patut Anda awasi dengan seksama.

http://finance.detik.com/read/2012/06/07/071807/1934922/479/8/7-ciri-ciri-saham-anda-menuju-kehancuran991104topnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: