9 Hal Baik Tentang Ekonomi yang Buruk

Resesi belum tentu berarti tentang malapetaka dan kesuraman menurut artikel Jennifer di Majalah New York pada tahun 2009 berjudul “Resesi Budaya”, tantangan ekonomi tahun ini menghasilkan beberapa perubahan positif di seluruh kota.

Berikut ini 9 hal baik tentang ekonomi yang buruk :
Peningkatan kesukarelaan, ekonomi yang buruk ternyata membuat sebagian orang menjadi peduli untuk membantu orang lain yang berada dalam kondisi ekonomi yang buruk. Misalnya, kota New York mengalami peningkatan kesukarelaan sebesar 32 persen pada tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya.
Lulusan dari sekolah pascasarjana dan sekolah agama naik secara dramatis, sebagian besar orang merasa lebih mudah untuk melanjutkan pendidikan mereka daripada untuk mencari pekerjaan.
Lebih sedikit lulusan perguruan tinggi kerja dalam bidang keuangan dan konsultasi, memilih karir di luar finansial yang lebih berarti dan bermanfaat.
Spekulatif investasi menjadi jauh lebih menarik.
Apartment menjadi lebih terjangkau, dan tuan tanah mau membuat konsesi lebih untuk calon penyewa.
Konsumen menjadi sadar tentang kebiasaan belanja mereka dan menyadari bahwa kepuasan berasal dari pengalaman hidup daripada kepemilikan materi.
Berolahraga di gedung olahraga menurun, kesehatan yang baik karena mengurangi makan di luar berarti gaya hidup menjadi lebih bergizi bagi banyak orang.
Rokok dan penggunaan alkohol menurun.
Pengunjung di museum, kebun binatang, perpustakaan, akuarium, dan acara budaya lainnya meningkat karena orang mencari bentuk hiburan lain yang lebih murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: