Mengenal Lebih Jauh Tentang Epilepsi

20140407-092340.jpg

Mengenal Lebih Jauh Tentang Epilepsi (Sumber Gambar: http://www.huffingtonpost.ca)

Apakah epilepsi itu?
Aktivitas listrik terjadi pada otak kita setiap saat. Epilepsi terjadi akibat adanya pelepasan muatan listrik berlebihan di otak secara tiba-tiba yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Bentuk serangan yang terjadi bervariasi. Pada sebagian orang dengan epilepsi serangan dapat berupa pandangan kosong selama beberapa detik, sedangkan yang lainnya mengalami kejang.

Apakah penyebab epilepsi?
Sebagian kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya. Pada sebagian lainnya, epilepsi dapat berkaitan dengan berbagai faktor, yaitu:
• Pengaruh genetik. Beberapa jenis epilepsi, yang dikategorikan sebagai kejang, diturunkan di dalam keluarga, sehingga mungkin sekali ada pengaruh genetik.
• Trauma kepala
• Gangguan medis lain, seperti stroke atau serangan jantung, yang menyebabkan kerusakan pada otak
• Demensia merupakan penyebab tersering epilepsi pada orang tua.
• Penyakit, seperti meningitis, AIDS, dan ensefalitis virus
• Cedera sebelum lahir.
• Gangguan perkembangan. Epilepsi terkadang dapat berhubungan dengan gangguan perkembangan, seperti autisme dan sindroma Down.

Apakah gejala dari epilepsi?

Kejang Fokal
Serangan berasal dari aktivitas listrik abnornal pada satu bagian otak dan tidak meluas. Serangan jenis ini dapat dibedakan menjadi :
• Serangan Fokal Simpleks. Serangan jenis ini tidak menimbulkan hilangnya kesadaran. Serangan dapat menyebabkan gangguan emosi atau adanya perubahan dari sesuatu yang dilihat, didengar, dirasakan, dikecap, atau dicium.
• Serangan Fokal Kompleks. Serangan jenis ini mengganggu kesadaran sesaat. Serangan dapat berupa tatapan kosong dan gerakan-gerakan tanpa tujuan. Kebingungan berlangsung selama beberapa menit, dan diikuti dengan pemulihan total.

Kejang Umum
Serangan berasal dari aktivitas abnormal di otak yang mengenai seluruh bagian otak. Terdapat berbagai jenis serangan untuk kejang umum, yaitu:
• Serangan absens (Absence seizure atau disebut juga petit mal). Serangan ditandai dengan adanya tatapan kosong dengan getaran pada kelopak mata dan terkadang kedutan-kedutan pada otot wajah.
• Serangan tonik. Serangan jenis ini biasanya terjadi saat tidur. Tonus otot meningkat sehingga menyebabkan kekakuan pada otot-otot menyeluruh.
• Serangan klonik, berhubungan dengan kontraksi-kontraksi otot yang menimbulkan hentakan-hentakan ritmik, biasanya mengenai tangan, leher, dan wajah.
• Serangan myoklonik. Serangan ini biasanya muncul sebagai hentakan-hentakan tangan dan kaki yang tiba-tiba dan sesaat.
• Serangan atonik. Serangan ini menimbulkan hilangnya tonus otot normal dan kesadaran, sehingga menyebabkan penderita tiba-tiba jatuh / collapse.
• Serangan tonik-klonik (disebut juga grand mal). Serangan jenis ini merupakan serangan paling hebat, yang ditandai dengan hilangnya kesadaran sementara dan kejang muncul ketika aktivitas abnormal menyebar ke kedua sisi otak

Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk epilepsi?
Jika penyebab terjadinya serangan adalah tumor, infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diobati terlebih dahulu.
Sekitar 70% kasus epilepsi dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat anti epilepsi adalah kunci utama dalam mengontrol serangan epilepsi. Obat anti-epilepsi diberikan sesuai dengan jenis serangan dan untuk jangka panjang. Namun seringkali terdapat masalah dalam kepatuhan penyandang epilepsi untuk minum obat.
Untuk dapat mengontrol serangan, maka dapat dilakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu:
• Minum obat-obat sesuai yang diberikan oleh dokter
• Konsultasikan dulu dengan dokter Anda, jika hendak mengubah obat menjadi obat generik, atau mengganti ke obat yang lain.
• Jangan pernah menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
• Pada kasus yang jarang, obat anti epilepsi dapat menimbulkan depresi, maka segera beritahu dokter

Anda jika timbul depresi, perubahan mood, atau tingkah laku.
Pembedahan dapat dilakukan jika pemberian obat tidak berhasil mengatasi epilepsi atau efek sampingnya tidak dapat ditoleransi. Pembedahan terutama dapat dilakukan jika lokasi gangguan yang terjadi pada otak terletak pada suatu area yang tidak mempengaruhi fungsi vital tubuh, seperti bicara, fungsi berbahasa, dan mendengar.
Keluarga penderita hendaknya dilatih untuk membantu penderita jika terjadi serangan epilepsi. Langkah yang penting adalah menjaga agar penderita tidak terjatuh, melonggarkan pakaian (terutama di daerah leher) dan memasang bantal di bawah kepala penderita. Jika penderita tidak sadarkan diri, sebaiknya posisinya dimiringkan agar lebih mudah bernafas dan tidak boleh ditinggalkan sendirian sampai benar-benar sadar dan dapat bergerak.
Ingin mengetahui lebih lengkap tentang epilepsi? Anda bisa membacanya disini.

Sumber: cek gejala penyakit

TAGS : #epilepsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: