8 Cara Menurunkan Resiko Stroke

20140412-122113.jpg
Dengan pola diet yang kita jalani saat ini dan pola hidup statis kita, akan meningkatkan resiko terjadinya stroke. Serangan stroke dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja dan salah satu cara tidak terkena stroke adalah dengan mengetahui gejalanya dan juga mencoba mencegahnya. Pencegahan merupakan pengobatan yang terbaik dan berikut adalah beberapa cara menurunkan terjadinya resiko stroke.

1. Kontrol tekanan darah Anda
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya stroke jika tidak segera diobati sejak dini. Pastikan Anda memeriksakan tekanan darah Anda dengan teratur dan jika keluarga Anda ada yang mengidap hipertensi, maka Anda harus lebih berhati-hati lagi.

2. Atrial fibrilasi atau abnormalitas jantung yang lain
Atrial fibrilasi merupakan bentuk abnormalitas jantung dimana irama jantung tidak teratur dan dapat meningkatkan resiko terkena stroke sebanyak 50%. Pergilah ke dokter jika Anda menyadari atau menemukan ketidakberesan pada jantung Anda atau saat Anda merasa ketidaknyamanan disekitar dada. Seorang dokter akan dapat mengidentifikasi masalah Anda dan membantu mencegah terjadinya stroke.

3. Kurangi merokok atau berhenti sama sekali
Perokok memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena stroke dibanding mereka yang tidak merokok. Rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, mempercepat terjadinya sumbatan pada arteri, meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.

4. Mengontrol konsumsi alkohol
Walaupun minum alkohol tidak seburuk merokok tetapi alkohol juga merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke.

5. Kontrol kadar kolesterol
Kolesterol dapat diam-diam membunuh Anda dalam hitungan hari. Sama seperti saat Anda ingin menurunkan tekanan darah dengan memeriksakannya dengan teratur, maka periksakan kadar kolesterol Anda dengan teratur juga. Anda harus menjaga kadar kolesterol Anda tetap dibawah 200.

6. Diabetes
Sama seperti hipertensi dan kolesterol tinggi, diabetes yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan resiko terjadi stroke.

7. Konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak dan timbunan lemak didalam tubuh akan menyebabkan serangan stroke. Lakukanlah diet rendah lemak, sodium dan perbanyak sayuran hijau dan buah-buahan. Olahraga yang teratur juga dapat membuat tubuh lebih kuat dan terhindar dari stroke.

8. Serangan iskemik sesaat/transient iskemik attack (TIA)
TIA merupakan kondisi yang mirip dengan stroke dan tidak menyebabkan kerusakan permanen seperti stroke. Jika Anda mengidentifikasi hal ini, maka segeralah menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan segera.

Sumber: magsforwomen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: