Dampak Sirosis (Pengerasan) Hati Pada Kesehatan

20140415-214300.jpg
Apa Itu Sirosis?
Sirosis merupakan suatu komplikasi dari berbagai gangguan hati yang ditandai dengan perubahan struktur hati (abnormal) dan gangguan fungsi hati. Sirosis atau pengerasan hati ini terjadi karena berbagai gangguan kesehatan yang terjadi melukai dan membunuh sel-sel hati, yang kemudian menyebabkan hati mengalami peradangan.

Proses penyembuhan sel-sel hati yang mengalami kerusakan ini menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Sel-sel hati yang tidak mati akan memperbanyak dirinya untuk menggantikan sel-sel hati lainnya yang telah mati. Hal ini mengakibatkan terbentuknya kumpulan sel-sel hati baru (nodul regeneratif) di dalam jaringan parut hati.

Penyebab
Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya sirosis atau pengerasan hati ini yaitu:
• Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam jangka waktu lama
• Penumpukkan lemak pada hati (perlemakkan hati atau fatty liver)
• Efek samping obat-obatan
• Infeksi virus (biasanya akibat infeksi virus hepatitis B atau C kronik)
• Penumpukkan logam berat seperti zat besi dan tembaga pada hati akibat kelainan genetika
• Gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati

Sirosis dan Dampaknya Pada Kesehatan
Hati merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh manusia, yang memiliki berbagai fungsi penting. Berbagai fungsi penting dari hati bagi tubuh adalah:
• Memproduksi zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh, seperti berbagai protein pembekuan darah yang diperlukan oleh tubuh untuk menghentikan perdarahan (proses pembekuan darah)
• Membuang berbagai zat beracun yang berbahaya bagi tubuh seperti berbagai jenis obat-obatan
• Mengatur suplai glukosa (gula) dan lemak yang berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh

Untuk menjalankan berbagai fungsi penting di atas, sel-sel hati harus bekerja dengan normal dan memiliki hubungan yang baik dengan darah karena berbagai zat-zat di atas yang dihasilkan atau yang dibuang oleh hati akan menggunakan darah sebagai alat transportasi untuk keluar dan masuk ke dalam hati.
Berbeda dengan berbagai organ tubuh lainnya, hati hanya memperoleh sedikit suplai dari pembuluh darah arteri. Sebagian besar suplai darah hati diperoleh dari pembuluh darah vena usus saat darah kembali ke dalam hati.

Pembuluh darah utama yang membawa darah dari dalam usus ke dalam hati adalah vena porta. Di dalam hati, vena porta akan bercabang-cabang menjadi banyak pembuluh darah kecil. Pembuluh darah terkecil (sinusoid) dari percabangan vena porta inilah yang memiliki hubungan langsung dengan sel-sel hati. Sel-sel hati biasanya tersusun di sepanjang sinusoid. Melalui sinusoid inilah sel-sel hati dapat membuang dan memasukkan berbagai zat ke dalam darah yang kemudian akan terus mengalir ke pembuluh darah vena yang lebih besar hingga pada vena hepatika, yang membawa seluruh darah ini ke dalam jantung.

Gangguan Aliran Darah
Pada sirosis, hubungan antara darah dan sel-sel hati mengalami gangguan, di mana walaupun sel-sel hati yang tidak mati berhasil memperbanyak diri dan membentuk sel-sel hati baru tetap tidak dapat membuang dan memasukkan berbagai zat ke dalam darah seperti sedia kala (normal) sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati untuk memproduksi zat penting bagi tubuh dan membuang racun bagi tubuh.

Selain itu, jaringan parut di dalam hati yang telah mengalami pengerasan (sirosis) dapat menyumbat aliran darah di dalam hati dan sel-sel hati. Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan di dalam vena porta (hipertensi porta).

Akibat penyumbatan aliran darah dan tingginya tekanan di dalam vena porta, maka darah akan mencari pembuluh darah vena lainnya untuk membawa darah kembali dalam jantung, yaitu vena dengan tekanan lebih rendah yang melewati hati. Akan tetapi, berbagai zat yang dihasilkan dan harus dibuang dari hati tidak dapat melalui pembuluh darah alternatif ini.

Kombinasi dari berbagai hal seperti berkurangnya jumlah sel hati sehat, gangguan hubungan antara pembuluh darah yang melalui hati dan sel-sel hati, dan mengalirnya darah melalui pembuluh darah alternatif yang tidak dapat mengangkut zat-zat penting inilah yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai gangguan kesehatan.

Gangguan Aliran Cairan Empedu
Masalah lainnya yang diakibatkan oleh sirosis hati adalah gangguan hubungan antara sel-sel hati dan pembuluh empedu. Cairan empedu merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh sel-sel hati yang memiliki 2 fungsi penting, yaitu:
• Membantu proses pencernaan
• Membuang dan mengeleminasi berbagai zat racun dari dalam tubuh

Cairan empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati dikeluarkan melalui suatu saluran yang sangat kecil, yang berada di antara sel-sel hati di sepanjang sinusoid, yaitu kanalikuli, yang kemudian akan menuju saluran yang lebih besar dan masuk ke dalam usus halus untuk membantu proses pencernaan. Pada saat yang bersamaan, zat-zat beracun yang terdapat di dalam cairan mepedu akan masuk ke dalam usus dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui tinja.

Pada sirosis, kanalikuli menjadi abnormal dan terdapat gangguan pada hubungan antara sel-sel hati dan kanalikuli sehingga hati tidak dapat mengeluarkan zat-zat beracun melalui usus sehingga menumpuk di dalam tubuh. Selain itu, juga terjadi penurunan proses pencernaan di dalam usus.

Sumber: medicinenet

TAGS : #sirosis hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: