Kiat Menghadapi Anak Korban Pelecehan Seksual

Kiat Menghadapi Anak Korban Pelecehan Seksual

Menyikapi anak yang menjadi korban pelecehan seksual, apa yang harus dilakukan oleh orangtua?

Bocah korban pelecehan seksual di Jakarta International School sempat menutupi tidak menceritakan kejadian yang dialaminya. 

Umumnya dalam kasus anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual, anak mengalami perubahan pribadi yang drastis. Bila sebelumnya anak ceria, banyak bercerita, dan gemar bermain, mendadak menjadi lebih pendiam, tertutup, dan tidak percaya diri.

Jika ternyata benar bahwa anak telah menjadi korban pelecehan seksual, apa yang harus dilakukan oleh orangtua?

“Anak korban pelecehan seksual umumnya menjadi lebih pendiam, pemurung, dan penakut. Bila orangtua mencurigai sesuatu terjadi pada anak, percayalah pada naluri Anda dan coba tanyakan kepada si kecil dengan sikap yang tenang. Jangan menyudutkan, apalagi sampai mengancam anak,” terang Nana Gerhana, psikolog dari Stress Prevention Clinic, di Jakarta Utara, kepada KompasFemale melalui surat elektronik, Selasa (15/4).

Menurut Nana, melihat sikap orangtua yang tenang membuat anak merasa nyaman dan dilindungi sehingga lebih mudah bagi anak untuk menceritakan pengalaman terburuk dalam hidupnya tersebut. Ketika mendengar pengakuan anak yang menyesakkan hati, tahanlah air mata Anda, kuatkan pertahanan diri, dan segera peluk si kecil dengan segenap cinta.

“Melihat orangtua yang menangis dan histeris bakal membuat anak terkejut dan ketakutan. Akhirnya, anak akan berhenti bercerita karena takut pada orangtua,” jelas Nana lebih lanjut.

Walaupun hati dan jiwa Anda terguncang mendengar penuturan menyedihkan si kecil, kendalikan diri Anda, jangan perlihatkan sikap terpukul tersebut kepada anak.

Mengupayakan diri agar tetap tenang mendengar kenyataan yang getir memang bukan sesuatu yang mudah, tetapi demi anak, berusahalah lebih keras untuk tidak hancur depan mereka.

Pasalnya, melihat sikap orangtua yang tegar akan memberikan rasa aman kepada anak. Sikapi “mimpi buruk” anak tersebut seolah sedang mendengarnya bercerita mengenai tokoh kartun favoritnya atau superhero idolanya. Tujuannya agar orangtua juga memperoleh informasi secara lengkap dan mendetail.

Untuk mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual, Nana menyarankan agar orangtua jangan merasa tabu atau tidak pantas untuk mengenalkan bagian-bagian pribadi pada tubuh si kecil.

Kemudian, uraikanlah dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti mengenai fungsinya masing-masing. Kemukakan juga reaksi yang terjadi apabila bagian tersebut disentuh atau dilukai oleh orang dewasa secara paksa.

Cara ini akan membentuk sikap preventif dan batasan kepada anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya dan orang asing.

(Syafrina Syaaf, Sumber: KOMPAS.com)

KATA KUNCI:
#MENANGANI ANAK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: