Lima Langkah Awal Hidup Sehat Tanpa Kanker

Beberapa dekade terakhir, angka kejadian kanker begitu meningkat, fenomena ini berlaku di belahan dunia manapun, termasuk di negara kita Indonesia. Dalam keseharian pun Anda mulai mendengar betapa kanker menjadi momok di tengah masyarakat, mengerikan, mengancam, dan membunuh penderitanya tanpa ampun tak peduli dari kelas sosial manapun.

20140504-153746.jpg
Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang dilansir di http://www.worldlifeexpectancy.com, menunjukan kanker paru menempati ranking 9 dan masuk 10 besar penyebab kematian di Indonesia, sementara di dunia kanker paru berada di peringkat 7.
Lalu bagaimana menghindarinya? Simak tips berikut ini:

Pertama, Kenali Dahulu Apa itu Kanker
Kanker dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah neoplasma, neo berarti baru, sementara plasma berarti jaringan, neoplasma adalah pertumbuhan jaringan baru yang abnormal. Pertumbuhan jaringan ini bisa jinak sifatnya (disebut dengan tumor) atau justru ganas (disebut kanker).

20140504-153950.jpg

Kedua, Cari Tahu Apa yang Bisa Menyebabkan Kanker
Nah, hal yang menjadi pertanyaan adalah apa yang memicu pertumbuhan baru yang tidak diharapkan ini? Faktor internal dan eksternal ternyata sama-sama memberikan kontribusi.
Faktor internal dalam artian seseorang memang sudah memiliki gen tertentu yang membuat dia mudah terkena kanker, sebagai contoh gen BRCA1 yang memicu kanker payudara, sementara faktor eksternal adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh kita, contohnya kebiasaan merokok, juga makanan yang kita makan.

20140504-154142.jpg

Setelah memahami semua ini , apa yang bisa kita lakukan agar terhindarkan dari kanker?

Ketiga, Evaluasi Pola Makan
Percayalah apa yang masuk ke tubuh Anda, itu juga yang akan dikeluarkan tubuh Anda. Jadi pastikan makanan yang Anda makan tidak mengandung zat-zat yang karsinogenik (zat yang dapat memicu kanker).

20140504-154337.jpg
Sebagai contoh hari-hari ini begitu banyak pedagang yang mencampurkan makanan dagangannya dengan zat-zat berbahaya seperti formalin, boraks, dan banyak lagi. Bahkan di beberapa penelitian mengungkapkan sosis, kornet dan produk daging olahan lainnya bisa mencetuskan kanker. (Baca: Daging Olahan Sebabkan Kanker)
Jadi mulai seleksi makanan Anda, tidak makan sembarangan.

Keempat, Mulailah Kebiasaan-kebiasaan yang Menyehatkan
Mulailah kebiasaan yang baik dan hentikan yang buruk. Sesibuk apapun Anda dengan keseharian, sempatkanlah diri untuk berolahraga, setidaknya 3 kali seminggu dengan durasi masing-masing 30 menit. Di samping itu, jangan rusak tubuh Anda dengan rokok, rokok adalah pintu gerbang dari kanker.

20140504-154513.jpg

Kelima, Telusuri Apakah Ada Kanker di Riwayat Keluarga Anda
Apakah ada saudara, orang tua, atau kakek nenek yang terkena kanker sebelumnya? Hal ini bukan memastikan bahwa Anda juga akan mengalami hal yang sama, hanya saja ini dapat menjadi lampu kuning untuk Anda, untuk lebih jauh mencari tahu, dan jika diperlukan lakukan pencegahan dini, sama seperti yang dilakukan Angelina Jolie saat ia memutuskan membuang payudaranya sebagai bentuk pencegahan kanker payudara.

20140504-154715.jpg
Dengan langkah di atas, diharapkan hidup kita sejahtera tanpa kanker, jangan biarkan kita diteror dengan rasa takut oleh kanker, kita bisa ambil bagian untuk mencegahnya terjadi pada diri kita.

Daging Olahan Sebabkan Kanker
Oleh: dr. Ema Anindia
KlikDokter.com

Untuk kesekian kalinya daging olahan seperti sosis, ham, dan bacon disebutkan menjadi salah satu penyebab beberapa penyakit paling sering di dunia. Salah satu studi terbesar yang dipublikasikan oleh BMC Medicine (7/3/2013) menemukan asosiasi positif antara pengkonsumsian daging olahan dengan kematian yang sudah terbukti untuk penyakit jantung namun juga terbukti untuk penyakit kanker.

20140504-155028.jpg
Risiko kematian akibat kanker lebih tinggi sebanyak 43% dan risiko kematian akibat penyakit jantung lebih tinggi 70% pada orang-orang yang mengkonsumsi daging olahan lebih dari 160g/hari dibandingkan dengan mereka yang hanya mengkonsumsi 10.0g/hari hingga 19.9 g/hari.
Penelitian yang dilaporkan oleh EPIC (European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition) yang dilakukan di 10 negara dengan subjek sebanyak satu setengah juta orang menunjukkan bahwa angka kematian lebih tinggi bila penkonsumsian daging olahan sebanyak 50g/hari.
• Apa yang menyebabkan?
Para peneliti menegaskan bahwa daging olahan mengandung lemak tersaturasi, kolestrol dan bahan tambahan lain lebih tinggi dibandingkan jenis daging lain. Kandungan ini dipercayai merupakan faktor yang dapat memicu kanker.
Dr. Rohrmann dan kolega berpendapat bahwa pengkonsumsian daging olahan juga erat hubungannya dengan perilaku konsumen termasuk merokok, aktivitas fisik yang kurang, dan rendahnya pengkonsumsian buah-buahan dan sayur.
• Bagaimana solusinya?
Solusinya adalah untuk membatasi pengkonsumsian daging olahan — tidak setiap hari dan tidak dengan jumlah yang banyak. Para peneliti berpendapat bahwa sebanyak 3,3% kematian dini dapat dicegah bila seseorang mengkonsumsi kurang dari 20g/hari daging olahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: